IPB Badge

Nama:Bachtiar Mustakim

NRP:F24100072

Laskar:8

Cerita Inspirasi 2

Sejak awal masuk SMA, saya bertekat untuk mendapatkan PMDK, maka dari itu saya belajar dengan sungguh-sungguh, agar bisa mewujudkan mimpi tersebut. Entah mengapa dari awal saya terpikir untuk melanjutkan kuliah di IPB. Ada yang pro dan kontra dengan keputusan saya ini. Mereka berkomentar bahwa lulusan IPB cuma bekerja di bank dan tidak dapat memajukan pertanian di Indonesia. Pertanian cuma mencangkul disawah dan pandangan-pandangan sempit mengenai pertanian yang ada di pikiran mereka. Benar saja terkadang kata-kata itu terngiang dalam sanubari saya. Saya pun mohon doa dan tetap istiqomah dengan pilihan saya tanpa mempedulikan komentar orang-orang yang berpikiran negatif mengenai pertanian. Akhirnya saya mencari informasi lebih lanjut terkait IPB dan pertanian. Sembari mencari informasi dan waktu pun terus berlalu. Alhamdulillah nilai rapor saya selama 4 semester gergolong stabil dan itu membuat saya optimis mengajukan PMDK ke IPB. Di semester 5 nilai rapor saya anjlok, saya pun mengurungkan niat untuk PMDK ke IPB dan berniat untuk mengikuti SNMPTN, tetapi ternyata nilai yang dibutuhkan hanya sampai semester 4. mengetahui hal itu saya pun lega dan kembali semangat untuk mendaftarkan diri saya untuk mengikuti PMDK. Saya mengambil jurusan Teknologi Pangan,salah satu jurusan favorit di IPB. Dalam penantian tersebut saya tetap belajar untuk SNMPTN sebagai tindakan antisipasi jika saya gagal dalam PMDK, tapi Allah berkehendak lain, Alhamdulillah saya benar-benar di terima di IPB jurusan Teknologi Pangan. Akhirnya saya yakin jika kita benar-benar percaya dengan apa yang kita yakini hal itu akan menjadi kenyataan, semoga kisah saya ini dapat menginspirasi orang lain untuk terus mengejar mimpi-mimpinya.

Nama:Bachtiar Mustakim

NRP:F24100072

Laskar:8

Cerita Inspirasi 1

Ini kisah mengenai teman saya yang beranama Iqrar Cipta Mulfi, sekarang dia melanjutkan kuliah di UI jurusan ilmu komputer. Ialah yang menginspirasi saya untuk tetap semangat mengejar mimpi-mimpi saya. Di saat 1 bulan menjelang UAN SMP, saya masih berleha-leha dan santai serta tak peduli dengan masa depan, tapi semua berubah ketika saya bertemu dengannya. Hari itu adalah hari minggu, saya berniat kerumahnya untuk bersilaturahmi, ternyata ia sedang belajar keras untuk menghadapi UAN, saya pun bertanya mengenai mata pelajaran yang kurang saya pahami yaitu metematika. Ternyata dia sanggup menjawab seluruh pertanyaan yang saya ajukan. Saya pun merasa malu kepada diri saya sendiri, mengapa selama ini saya tidak pernah belajar dengan serius?, padahal UAN sudah di depan mata. Saya pun sempat menyerah dan pasrah kepada keadaan, tapi dia memberikan berbagai macam saran dan motivasi yang membangun semangat saya. Akhirnya saya pun bangkit dari keterpurukan dan belajar ekstra keras setiap harinya. Usaha saya  tidak sia-sia UAN dapat dikerjakan dengan lancar dan kepercayaan diri yang tinggi. Sambil menunggu pengumuman saya terus berdoa dan bertawakal. Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, alhamdulillah saya lulus dengan nilai yang memuaskan 28,40 ya itulah nilai saya sekaligus yang tertinggi di SMP saya. Nilai Iqrar juga bagus bahkan sangat bagus yaitu 29,20 dan yang paling mengejutkan adalah nilai UAN matematika saya 10,00 dan iqrar pun juga meraih nilai tersebut. Ia mengajak saya untuk melanjutkan ke SMA 81, tetapi orang tua saya menginginkan saya bersekolah di SMA N 48. saya pun mengikuti keinginan orang tua karena tanpa rido kedua nya apapun akan sia-sia. Pada akhir nya Iqrar masuk kelas akselerasi di SMA 81. saya turut bangga dan berterima kasih kepadanya. Jika saat itu saya tidak bertemu dengannya mungkin saya tidak bisa seperti sekarang ini. Saya pun akan berjuang di SMA 48 demi mengejar mimpi-mimpi saya

just gundam!!!